TUGAS PRAKTEK JARKOM
tentang
(IP Network, Netmask, Jumlah Blok Persubnet, Host Id)
IP NETWORK
A. PENGERTIAN
IP Network merupakan sebuah segmen pada jaringan
(segmen jaringan), dengan kata lain bisa juga disebut sebagai pengelompokan
suatu jaringan dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router. Jika IP
Network berada dalam satu jaringan LAN (Local Area Network) maka IP Network
tersebut akan sama.
IP address
merupakan alamat logika yang di berikan ke semua perangkat jaringan yang
menggunakan protokol TCP/IP. IP address memungkinkan host pada jaringan yang
berbeda maupun pada jaringan yang sama untuk bisa saling berkomunikasi walaupun
dlm platform yang berbeda. Untuk mengatasi kesulitan dalam perhitungan alamat
IP munculah suatu metode yang dinamakan subnetting yang berfungsi memperbanyak
Network ID dimiliki dengan cara mengorbankan sebagian Host ID untuk membuat
Network ID tambahan.
IP address merupakan bilangan biner 32 bit yang terbagi menjadi empat
kelompok, sehingga masing-masing kelompok terdiri dari bilangan biner 8 bit.
Ini merupakan implementasi alamat IP yang disebut IPv4 (Wagito, 2005).
B. FUNGSI
IP
Network/IP Address memiliki beberapa fungsi, yaitu :
·
Digunakan sebagai alat identifikasi
host/antarmuka pada jaringan.
·
Digunakan sebagai alamat alokasi
jaringan.
C. CLASS
IP ADDRESS
·
Class A
Rentang angka : 0.0.0.0
– 127.255.255.255
Jumlah maksimal alamat
IP : 16.777.216
Jumlah maksimal
jaringan : 128
·
Class B
Rentang angka :
128.0.0.0 – 191.255.255.255
Jumlah maksimal alamat
IP : 1.048.576
Jumlah maksimal
jaringan : 16.384
·
Class C
Rentang angka :
129.0.0.0 – 239.255.255.255
Jumlah maksimal alamat
IP : 65.536
Jumlah maksimal
jaringan : 2.097.152
·
Class D
Rentang angka :
224.0.0.0 – 239.255.255.255
Jumlah maksimal alamat
IP : Tidak didefinisikan
Jumlah maksimal
jaringan : Tidak didefinisikan
·
Class E
Rentang angka :
140.0.0.0 – 255.255.255.255
Jumlah maksimal alamat
IP : Tidak didefinisikan
Jumlah maksimal
jaringan : Tidak didefinisikan
D. CONTOH
11000000.10101000.01100100.01100111
Alamat IP di atas setelah di konversi ke desimal menjadi:
192.168.100.103
Masing-masing kelompok bit biner terdiri dari 8 bit,
sehingga jika diubah menjadi bilangan desimal, maka bilangan yang mungkin
adalah dari 0 (biner = 00000000) sampai 255 (biner = 11111111) yaitu ada 256
bilangan desimal.
NETMASK
A. PENGERTIAN
Digunkan untuk membedakan Network ID dengan Host ID.
Netmask dikenal sebagai suatu pengelompokan pengalamatan, biasa disebut juga
sebagai subnetmask. Subnetmask merupakan
sebuah istilah dalam bahasa Inggris yang mengacu ke angka biner 32 bit, yang
digunakan untuk membedakan Network ID dengan Host ID. Setiap host didalam
sebuah jaringan yang menggunakan TCP/IP membutuhkan sebuah subnetmask, meskipun
berada didalam sebuah jaringan dengan satu segmen.
Ada pengelompokan besar yang disebut class, dari
jumlah 5 class (A, B, C, D, E) hanya 3 class saja yang sering digunakan yaitu
class A, B, dan C. Setipa class tersebut memilki subnetmasknya masing-masing,
yaitu :
·
Class
A
semua IP pada class ini mempunyai subnetmask 255.0.0.0
·
Class
B
semua IP pada class ini mempunyai
subnetmask 255.255.0.0
·
Class
C
semua IP pada class ini mempunyai
subnetmask 255.255.255.0
Gabungan
dari IP dan Netmask inilah yang menjadi pengalamatan pada sebuah computer.
Netmask juga menunjukan letak suatu host, apakah berada di jaringan local atau
di jaringan luar.
Subnet mask secara umum ditulis dalam bentuk desimal
dengan susunan sama dengan susunan ip address. Dengan mengetahui subnet mask
suatu ip address maka kita bisa menentukan Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet,
Blok Subnet, dan Alamat Host-Broadcast.
Subnetmask
yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting.
Subnet Mask
|
Nilai CIDR
|
Subnet Mask
|
Nilai CIDR
|
255.128.0.0
|
/9
|
255.255.240.0
|
/20
|
255.192.0.0
|
/10
|
255.255.248.0
|
/21
|
255.224.0.0
|
/11
|
255.255.252.0
|
/22
|
255.240.0.0
|
/12
|
255.255.254.0
|
/23
|
255.248.0.0
|
/13
|
255.255.255.0
|
/24
|
255.252.0.0
|
/14
|
255.255.225.128
|
/25
|
255.254.0.0
|
/15
|
255.255.225.192
|
/26
|
255.255.0.0
|
/16
|
255.255.225.224
|
/27
|
255.255.128.0
|
/17
|
255.255.225.240
|
/28
|
255.255.192.0
|
/18
|
255.255.225.248
|
/29
|
255.255.224.0
|
/19
|
255.255.225.252
|
/30
|
B.
FUNGSI
Netmask/subnetmask
memiliki beberapa fungsi, yaitu :
·
Efisiensi dalam pengalokasian IP Address
pada suatu jaringan.
·
Sarana untuk mengatasi berbagai masalah
terutama yang berkaitan dengan perbedaan media fisik dan hardware yang
digunakan.
·
Meningkatkan sistem keamanan sekaligus
mengurangi ketidakstabilan jaringan yang muncul akibat dari jumlah host yang
terlalu banyak.
C.
CONTOH
Berikut
ini contoh dari perhitungan Netmask, atau yng biasa dikenal dengan istilah
subnetting pada Class C.
IP
Address 192.168.1.0/26
Analisa
: 192.168.1.0 termasuk kelas C, dengan subnetmask /26, berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
·
Jumlah subnet = 2x
Dimana x adalah
banyaknya binary 1 pada oktet terakhir subnetmask. Jadi dari hasil konversi Ip
Address diatas jumlah subnetmask nya adalah 22 = 4.
·
Jumlah host persubnet = 2y -
2
Dimana y adalah
banyaknya binary 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet
adalah 26 – 2 = 62 Host.
·
Blok subnet = 256 -192 = 64
Subnet berikutnya
adalah 64 + 64 = 128, 128 + 64 = 192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128,
192. (jika belum paham bisa dibaca pas
bagian jumlah blok persubnet).
·
Host dan Broadcast yang valid
Sebagai catatan :
Host pertama adalah 1
angka setelah subnet.
Broadcast adalah 1
angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet
|
192.168.1.0
|
192.168.1.64
|
192.168.1.128
|
192.168.1.192
|
Host
Pertama
|
192.168.1.1
|
192.168.1.65
|
192.168.1.129
|
192.168.1.193
|
Host
Terakhir
|
192.168.1.62
|
192.168.1.126
|
192.168.1.190
|
192.168.1.254
|
Broadcast
|
192.168.1.63
|
192.168.1.127
|
192.168.1.191
|
192.168.1.255
|
JUMLAH
BLOK PERSUBNET
A.
PENGERTIAN
Suatu proses memcah suatu IP jaringan ke
sub jaringan yang lebih kecil yang disebut subnet. Adapun jumlah blok persubnet
yaitu jumlah blok pada sebuah subnet. Misalkan subnetmask 255.255.255.192, maka
blok-blok nya yaitu :
·
255 blok pertama.
·
255 blok kedua.
·
255 blok ketiga.
·
192 blok terakhir.
Adapun
rumus untuk mencari jumlah blok subnet yaitu dengan cara :
Oktet Maksimal (256) – Oktet
Terakhir
B.
CONTOH
Nilai oktet terakhir subnetmask adalah angka yang ada dibelakang
subnetmask, misalnya 255.255.255.192
Maka 256 – 192 (nilai terakhir oktet subnet mask) = 64
subnet.
Hasil dari pengurangan ditambahkan dengan bilangan itu
sendiri sampai berjumlah sama dengan angka belakang subnet mask 64 + 64 = 128,
dan 128 + 64 = 192. Jadi total subnetnya adalah 0, 64, 128, 192.
HOST ID
A. PENGERTIAN
Host ID adalah identitas dari suatu host
(interface router, workstation, dan device) yang terhubung ke dalam suatu
jaringan. Untuk pengisian Host ID harus mempunyai dulu alamat IP yang berbeda
di dalam suatu jaringan dengan interface yang sama. Host ID menentukan nomor host atau kartu jaringan untuk
peralatan jaringan yang dimaksud. Bagian host akan menentukan alamat host.
Pengaturan Host ID diatur oleh nilai
subnetmask, adapun class yang mempunyai Host ID hanya class A, B, dan C saja.
Sedangkan untuk kelas D dan E tidak mempunyai Host ID.
B. CONTOH
IP
Adress : 193.167.1.0
terdapat 4 subnet dan berasal dari kelas C
Diketahui
:
·
Berasal dari kelas C
·
Jumlah bit host : 8 bit
·
Jumlah bit subnet : 2n=4 dan n=2 bit
·
Jumlah bit sisa : 8-2=6, maka b=6
Penyelesaian
Karena
diketahui n = 4, maka akan ada empat kemungkinan :
Default
=> xx000001 – xx111111
·
00 => 00000001 – 00111111
·
01 => 01000001 – 01111111
·
10 => 10000001 – 10111111
·
11 => 11000001 – 11111111
Ubah
bilangan biner diatas, dan masukan kedalam bilangan angka :
193.167.1.xxx
– 193.167.1.xxx (xxx isi dari hasil konversi biner)
Host
ID
·
193.167.1.1 – 193.167.1.62
·
193.167.1.65 – 193.167.1.126
·
193.167.1.129 – 193.167.1.190
·
193.167.1.193 – 193.167.1.254
Jumlah
Host Id-nya adalah :
=
2b – 2
=
26 – 2
=
64 – 2
=
62
Gateway
Gate
memiliki arti gerbang/pintu dan Way jalan, apabila disatukan maka membentuk
kalimat jalan antar gerbang. Dalam artian ini, isi pada suatu gerbang
memungkinkan untuk menempuh akses antar jaringan. Gateway digunakan untuk
menghubungkan suatu jaringan komputer satu dengan jaringan yang lain meskipun
menggunakan protokol yang berbeda, sehingga suatu informasi dapat tersampaikan
dari satu jaringan komputer ke jaringan komputer yang lainnya.
Client Awal
Adalah
client yang pertama mendapat alamat Ip hasil dari subnetting, seperti pada
contoh subnetting diatas dengan IP Address 192.168.1.0 dengan netmask /26. Maka didapat hasil ip untuk client
awal ini yaitu 192.168.1.1
sebagai IP Addressnya.
Client Akhir
Adalah
client yang terakhir mendapat alamat Ip hasil dari subnetting, seperti pada
contoh subnetting diatas dengan IP Address 192.168.1.0 dengan netmask /26. Maka didapat hasil ip untuk client
akhir ini yaitu 192.168.1.62
sebagai IP Addressnya.
Broadcast
Merupakan
metode pengiriman data ke berbagai lokasi pengiriman secara bersamaan. Dalam
jaringan komputer Broadcast didefinisikan sebagai bentuk layanan dari perangkat
server ke perangkat client yang menyebarkan data secara bersamaan ke beberapa
komputer client.
Alamat broadcast adalah IP address yang semua bit
bilangan bagian host dibuat menjadi 1. Alamat broadcast digunakan untuk
berbicara secara simultan kepada semua peralatan dalam satu jaringan.
No comments:
Post a Comment
Jangan komen macem-macem dan jangan nyepam