Thursday, April 2, 2020

TUGAS PRAKTEK JARINGAN KOMPUTER

TUGAS PRAKTEK JARKOM
tentang
(IP Network, Netmask, Jumlah Blok Persubnet, Host Id)


IP NETWORK
A.    PENGERTIAN
IP Network merupakan sebuah segmen pada jaringan (segmen jaringan), dengan kata lain bisa juga disebut sebagai pengelompokan suatu jaringan dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router. Jika IP Network berada dalam satu jaringan LAN (Local Area Network) maka IP Network tersebut akan sama.
IP address merupakan alamat logika yang di berikan ke semua perangkat jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address memungkinkan host pada jaringan yang berbeda maupun pada jaringan yang sama untuk bisa saling berkomunikasi walaupun dlm platform yang berbeda. Untuk mengatasi kesulitan dalam perhitungan alamat IP munculah suatu metode yang dinamakan subnetting yang berfungsi memperbanyak Network ID dimiliki dengan cara mengorbankan sebagian Host ID untuk membuat Network ID tambahan.
IP address merupakan bilangan biner 32 bit yang terbagi menjadi empat kelompok, sehingga masing-masing kelompok terdiri dari bilangan biner 8 bit. Ini merupakan implementasi alamat IP yang disebut IPv4 (Wagito, 2005).
B.     FUNGSI
IP Network/IP Address memiliki beberapa fungsi, yaitu :
·         Digunakan sebagai alat identifikasi host/antarmuka pada jaringan.
·         Digunakan sebagai alamat alokasi jaringan.

C.     CLASS IP ADDRESS
·         Class A
Rentang angka : 0.0.0.0 – 127.255.255.255
Jumlah maksimal alamat IP : 16.777.216
Jumlah maksimal jaringan : 128
·         Class B
Rentang angka : 128.0.0.0 – 191.255.255.255
Jumlah maksimal alamat IP : 1.048.576
Jumlah maksimal jaringan : 16.384
·         Class C
Rentang angka : 129.0.0.0 – 239.255.255.255
Jumlah maksimal alamat IP : 65.536
Jumlah maksimal jaringan : 2.097.152
·         Class D
Rentang angka : 224.0.0.0 – 239.255.255.255
Jumlah maksimal alamat IP : Tidak didefinisikan
Jumlah maksimal jaringan : Tidak didefinisikan
·         Class E
Rentang angka : 140.0.0.0 – 255.255.255.255
Jumlah maksimal alamat IP : Tidak didefinisikan
Jumlah maksimal jaringan : Tidak didefinisikan


D.    CONTOH
11000000.10101000.01100100.01100111
Alamat IP di atas setelah di konversi ke desimal menjadi:
192.168.100.103
Masing-masing kelompok bit biner terdiri dari 8 bit, sehingga jika diubah menjadi bilangan desimal, maka bilangan yang mungkin adalah dari 0 (biner = 00000000) sampai 255 (biner = 11111111) yaitu ada 256 bilangan desimal. 



NETMASK
A.    PENGERTIAN
Digunkan untuk membedakan Network ID dengan Host ID. Netmask dikenal sebagai suatu pengelompokan pengalamatan, biasa disebut juga sebagai  subnetmask. Subnetmask merupakan sebuah istilah dalam bahasa Inggris yang mengacu ke angka biner 32 bit, yang digunakan untuk membedakan Network ID dengan Host ID. Setiap host didalam sebuah jaringan yang menggunakan TCP/IP membutuhkan sebuah subnetmask, meskipun berada didalam sebuah jaringan dengan satu segmen.
Ada pengelompokan besar yang disebut class, dari jumlah 5 class (A, B, C, D, E) hanya 3 class saja yang sering digunakan yaitu class A, B, dan C. Setipa class tersebut memilki subnetmasknya masing-masing, yaitu :
·         Class A semua IP pada class ini mempunyai subnetmask 255.0.0.0
·         Class B semua IP pada class ini  mempunyai subnetmask 255.255.0.0
·         Class C semua IP pada class ini  mempunyai subnetmask 255.255.255.0
Gabungan dari IP dan Netmask inilah yang menjadi pengalamatan pada sebuah computer. Netmask juga menunjukan letak suatu host, apakah berada di jaringan local atau di jaringan luar.
            Subnet mask secara umum ditulis dalam bentuk desimal dengan susunan sama dengan susunan ip address. Dengan mengetahui subnet mask suatu ip address maka kita bisa menentukan Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host-Broadcast.
Subnetmask yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting.

Subnet Mask
Nilai CIDR
Subnet Mask
Nilai CIDR
255.128.0.0
/9
255.255.240.0
/20
255.192.0.0
/10
255.255.248.0
/21
255.224.0.0
/11
255.255.252.0
/22
255.240.0.0
/12
255.255.254.0
/23
255.248.0.0
/13
255.255.255.0
/24
255.252.0.0
/14
255.255.225.128
/25
255.254.0.0
/15
255.255.225.192
/26
255.255.0.0
/16
255.255.225.224
/27
255.255.128.0
/17
255.255.225.240
/28
255.255.192.0
/18
255.255.225.248
/29
255.255.224.0
/19
255.255.225.252
/30

B.     FUNGSI
Netmask/subnetmask memiliki beberapa fungsi, yaitu :
·         Efisiensi dalam pengalokasian IP Address pada suatu jaringan.
·         Sarana untuk mengatasi berbagai masalah terutama yang berkaitan dengan perbedaan media fisik dan hardware yang digunakan.
·         Meningkatkan sistem keamanan sekaligus mengurangi ketidakstabilan jaringan yang muncul akibat dari jumlah host yang terlalu banyak.

C.     CONTOH
Berikut ini contoh dari perhitungan Netmask, atau yng biasa dikenal dengan istilah subnetting pada Class C.
IP Address 192.168.1.0/26
Analisa : 192.168.1.0 termasuk kelas C, dengan subnetmask /26, berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
·         Jumlah subnet = 2x
Dimana x adalah banyaknya binary 1 pada oktet terakhir subnetmask. Jadi dari hasil konversi Ip Address diatas jumlah subnetmask nya adalah 22 = 4.
·         Jumlah host persubnet = 2y - 2
Dimana y adalah banyaknya binary 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 Host.
·         Blok subnet = 256 -192 = 64
Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, 128 + 64 = 192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192. (jika belum paham bisa dibaca pas bagian jumlah blok persubnet).
·         Host dan Broadcast yang valid
Sebagai catatan :
Host pertama adalah 1 angka setelah subnet.
Broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet
192.168.1.0
192.168.1.64
192.168.1.128
192.168.1.192
Host Pertama
192.168.1.1
192.168.1.65
192.168.1.129
192.168.1.193
Host Terakhir
192.168.1.62
192.168.1.126
192.168.1.190
192.168.1.254
Broadcast
192.168.1.63
192.168.1.127
192.168.1.191
192.168.1.255



JUMLAH BLOK PERSUBNET
A.    PENGERTIAN
Suatu proses memcah suatu IP jaringan ke sub jaringan yang lebih kecil yang disebut subnet. Adapun jumlah blok persubnet yaitu jumlah blok pada sebuah subnet. Misalkan subnetmask 255.255.255.192, maka blok-blok nya yaitu :
·           255 blok pertama.
·           255 blok kedua.
·           255 blok ketiga.
·           192 blok terakhir.
Adapun rumus untuk mencari jumlah blok subnet yaitu dengan cara :
Oktet Maksimal (256)  – Oktet Terakhir

B.     CONTOH
Nilai oktet terakhir subnetmask  adalah angka yang ada  dibelakang  subnetmask, misalnya  255.255.255.192
Maka 256 – 192 (nilai terakhir oktet subnet mask) = 64 subnet.
Hasil dari pengurangan ditambahkan dengan bilangan itu sendiri sampai berjumlah sama dengan angka belakang subnet mask 64 + 64 = 128, dan 128 + 64 = 192. Jadi total subnetnya adalah 0, 64, 128, 192.



HOST ID
A.    PENGERTIAN
Host ID adalah identitas dari suatu host (interface router, workstation, dan device) yang terhubung ke dalam suatu jaringan. Untuk pengisian Host ID harus mempunyai dulu alamat IP yang berbeda di dalam suatu jaringan dengan interface yang sama. Host ID menentukan nomor host atau kartu jaringan untuk peralatan jaringan yang dimaksud. Bagian host akan menentukan alamat host. 
Pengaturan Host ID diatur oleh nilai subnetmask, adapun class yang mempunyai Host ID hanya class A, B, dan C saja. Sedangkan untuk kelas D dan E tidak mempunyai Host ID.
B.     CONTOH
IP Adress : 193.167.1.0 terdapat 4 subnet dan berasal dari kelas C

Diketahui :
·         Berasal dari kelas C
·         Jumlah bit host : 8 bit
·         Jumlah bit subnet : 2n=4 dan n=2 bit
·         Jumlah bit sisa : 8-2=6, maka b=6
Penyelesaian
Karena diketahui n = 4, maka akan ada empat kemungkinan :
Default => xx000001 – xx111111
·         00 => 00000001 – 00111111
·         01 => 01000001 – 01111111
·         10 => 10000001 – 10111111
·         11 => 11000001 – 11111111
Ubah bilangan biner diatas, dan masukan kedalam bilangan angka :
193.167.1.xxx – 193.167.1.xxx (xxx isi dari hasil konversi biner)
Host ID
·         193.167.1.1 – 193.167.1.62
·         193.167.1.65 – 193.167.1.126
·         193.167.1.129 – 193.167.1.190
·         193.167.1.193 – 193.167.1.254
Jumlah Host Id-nya adalah :
= 2b – 2
= 26 – 2
= 64 – 2
= 62



Gateway
Gate memiliki arti gerbang/pintu dan Way jalan, apabila disatukan maka membentuk kalimat jalan antar gerbang. Dalam artian ini, isi pada suatu gerbang memungkinkan untuk menempuh akses antar jaringan. Gateway digunakan untuk menghubungkan suatu jaringan komputer satu dengan jaringan yang lain meskipun menggunakan protokol yang berbeda, sehingga suatu informasi dapat tersampaikan dari satu jaringan komputer ke jaringan komputer yang lainnya.

Client Awal
Adalah client yang pertama mendapat alamat Ip hasil dari subnetting, seperti pada contoh subnetting diatas dengan IP Address 192.168.1.0 dengan netmask /26. Maka didapat hasil ip untuk client awal ini yaitu 192.168.1.1 sebagai IP Addressnya.

Client Akhir
Adalah client yang terakhir mendapat alamat Ip hasil dari subnetting, seperti pada contoh subnetting diatas dengan IP Address 192.168.1.0 dengan netmask /26. Maka didapat hasil ip untuk client akhir ini yaitu 192.168.1.62 sebagai IP Addressnya.

Broadcast
Merupakan metode pengiriman data ke berbagai lokasi pengiriman secara bersamaan. Dalam jaringan komputer Broadcast didefinisikan sebagai bentuk layanan dari perangkat server ke perangkat client yang menyebarkan data secara bersamaan ke beberapa komputer client.
Alamat broadcast adalah IP address yang semua bit bilangan bagian host dibuat menjadi 1. Alamat broadcast digunakan untuk berbicara secara simultan kepada semua peralatan dalam satu jaringan.





No comments:

Post a Comment

Jangan komen macem-macem dan jangan nyepam